Event : Kuliah Ahad Dhuha masjid raya bani umar
Tema : Hidup yang bermakna
Tanggal : 26 Februari 2012
Pembicara : Ustadz Dr Aam Amiruddin, Msi
Jodoh itu perkara yang unreasonable, unthikable, unpredictable
---
Bagaimana supaya hidup punya makna ?
1. Arungi hidup dengan mental syukur dan sabar
Karena Life is never flat, ada saatnya kita senang, ada saatnya kita susah, ada saatnya kita kecewa, ada saatnya mengkhawatirkan. Yakinlah hidup itu tidak pernah datar, tapi fluktuatif (berubah-ubah). Kadang senang kadang sedih, kadang suka kadang duka, kadang tangis kadang tawa, kadang bahagia kadang gundah dulana. Yah begitulah hidup. Tidak selamanya kita berada dalam satu posisi atau keadaan yang mengenakkan. Ada kalanya kita berada di atas, dan ada kalanya juga kita berada di bawah. Hendaknya ketika berada di atas, kita bersyukur, pun begitu sebaliknya ketika berada di bawah hendaknya kita bersabar. Bersyukurlah karena dengan bersyukur maka Allah akan menambah nikmat rezeki kita.
---
Kisah
Ini ada cerita antara suami dan istri, istrinya dinilai 6,7 sementara suaminya dapat nilai 2,3. Jangan menertawakan, itu takdir Allah. Istrinya 6,7. Suatu saat suaminya itu pulang kantor, begitu pulang kantor, suaminya nangis sambil memeluk istrinya. Istrinya nanya, mas, apa sih yang terjadi ? Kok pulang kantor nangis. Kata suaminya, tadi di kantor ada acara halal bi halal, istri karyawan pada diundang, tapi kamu kan engga bisa datang, aku lihat istri-istri temen-temenku yang hadir, ternyata engga ada yang secantik kamu. Yang bikin aku nangis, karena aku punya istri secantik kamu, kalau kamu hadir di ruangan itu, kamu adalah makhluk Tuhan yang paling sexy. Engga ada duanya. Jadi kata suami, yang bikin aku nangis, aku bersyukur punya istri seperti kamu, mendengar jawaban itu istrinya nangis, terharu sekali, kata istrinya, mas, kalau mas bersyukur punya istri yang cantik, ketahuilah aku bersabar mempunyai suami seperti kamu.
---
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim)
---
Jadikan sabar dan shalat sebagai penolong dalam menyikapi permasalahan
QS Al Baqarah : 45-46
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
---
Manusia sering lupa dengan kenikmatan ketika masih digenggaman, namun merakan kenaikmatan tersebut ketika kenikmatan itu telah hilang.
---
“Dua nikmat yang membuat manusia banyak terperdaya olehnya yaitu nikmat sehat dan waktu luang” (HR. al-Bukhari)
---
Hal hal yang biasa menjadi pencetus kesombongan :
a. Kepandaian
b. Kekuasaan
c. Kekayaan
d. Penampilan fisik
---
2. Lakukan segala hal yang terbaik
Karena life is a proccess, yang terbaiklah yang harus kita lakukan, Allah menghargai proses, Hasil adalah kekuasaan Allah, Tugas manusia adalah berikhtiar. Allah telah menciptakan kelahiran dan kematian. Tugas kita adalah mengisi hari-hari melalui proses dengan karya-karya terbaik. Yah menjadi orang yang terbaik sesuai dengan bidang dan wilayah masing-masing secara proposional. Sebagai manusia kita hanya menciptakan proses dan selebihnya untuk kesuksesan serahkan kepada Allah, biarkan kuasanya yang bekerja.
---
QS Al Mulk : 1-2
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
---
3. Manusia memiliki kebebasan untuk memilik, apakah mau melakukan kebaikan atau keburukan. Kita diberikan kebebasan memilih untuk menjadi apa dan bagaimana. Mau jadi orang baik ataupun orang buruk itu juga adalah pilihan kita, dengan catatan kita harus siap dengan segala konsekuensi yang akan diterima dari pilihan yang diambil.
Karena life is a choice
QS Al Mulk : 23
Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
---
4. Melaksanakan segala hal dengan komitmen penuh
Karena life is commitment
Hikmah dari Bill gates
Jika mendengar nama ini, orang akan langsung ingat dua hal, yakni Microsoft dan kekayaan. Yah, memang tak bisa dimungkiri, orang mengenal Bill Gates sebagai pendiri perusahaan piranti lunak terbesar di dunia. Selain itu, kekayaan yang diperolehnya dari perusahaan itu telah membuatnya jadi orang terkaya di dunia beberapa tahun berturut-turut, tanpa pernah tergeser ke posisi kedua sekalipun. Konon, kekayaannya mencapai 71% nilai anggaran belanja negara kita, yakni lebih dari Rp500 triliun. Sungguh fantastis!
Tapi, semua itu tentu melalui proses panjang. Semua berawal dari impian Bill Gates saat masih muda. Ketika itu, sekitar tahun 70-an, ia yang hobi mengutak-atik program komputer memimpikan bisa menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Sesuatu yang dianggap sulit diwujudkan pada masa itu. Sebab, pada tahun itu komputer masih berukuran sangat besar dan hanya dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu saja.
Kelahiran Seattle dari pasangan seorang pengacara dan pegawai bank ini memang terkenal cukup ambisius. Pada saat masih sekolah dasar, semangatnya yang cenderung menyulitkannya dalam pergaulan membuat orang tuanya memindahkan sekolahnya ke sekolah unggulan khusus laki-laki di Lakeside School. Di sekolah itulah ia pertama kali berkenalan dengan dunia yang mengantarkan pada bakatnya di bidang pemrograman. Saat itu ia mengenal mesin teletype, semacam mesin ketik yang bisa diberi program sederhana. Dari mesin itu, kemudian dia mulai menguasai dengan baik bahasa pemrograman BASIC. Ia pun lantas bertemu dengan komunitas penggemar program dan sering menghabiskan waktunya berjam-jam untuk menekuni hobi tersebut.
Ayah tiga anak ini kemudian mengembangkan bakatnya saat kuliah di Universitas Harvard. Namun, saat kuliah di universitas elit di Amerika itu, lagi-lagi ambisi Bill Gates membuatnya lebih memilih untuk mewujudkan impiannya, dibandingkan harus menyelesaikan studi. Ia memilih drop out dan berkomitmen kuat untuk mewujudkan ambisinya.
Komitmen itu diwujudkan dengan ketekunan, ketelatenan, dan keuletan, sehingga pelan tapi pasti hobinya membuat program telah menjadi bisnis yang kian menguntungkan. Ia kemudian juga bertemu dengan Paul Allen, rekan yang kemudian turut membantunya mewujudkan impian menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Duet mereka banyak menghasilnya program-program unggulan, salah satunya MS-DOS yang kemudian banyak dipakai sebagai software di berbagai komputer.
Berbagai inovasi tak henti dilakukannya. Hasilnya? Seperti yang dilihat banyak orang saat ini. Impian Bill Gates telah menjadi nyata. Hampir setiap rumah, kini mempunyai komputer. Dan, hebatnya, sistem operasinya kebanyakan menggunakan produk Microsoft. Inilah yang membuat pundi-pundinya terus mengembang.
Kini, dengan kekayaannya tersebut, Bill Gates dan istrinya, Melinda, kemudian mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation. Yayasan bentukan Gates ini digunakan untuk berbagai kegiatan sosial. Mulai dari menyalurkan beasiswa kepada kaum minoritas, berperang melawan penyakit seperti AIDS dan berbagai penyakit lainnya, hingga memerangi kelaparan dan kemiskinan. Tak tanggung-tanggung, pasangan suami istri ini menyumbangkan lebih dari US$ 5 miliar untuk kepentingan yayasan ini. Sebuah sumbangan terbesar di dunia yang pernah diberikan pada sebuah yayasan sosial.
Sebuah impian, jika disertai dengan keyakinan kuat dan kerja keras, serta dilandasi komitmen perjuangan tanpa henti, akan memberi hasil yang gemilang. Bill Gates adalah bukti nyata bahwa impiannya yang pernah dianggap mustahil, kini mampu diwujudkannya. Nilai keyakinan dan perjuangan inilah yang bisa kita contoh dalam kehidupan kita. Selain itu, kepedulian Bill Gates untuk berbagi juga bisa dijadikan teladan bahwa sukses akan lebih berarti jika kita bisa saling berbagi.
http://www.andriewongso.com/awartikel-300-Success_Story-Bill_Gates
---
Pentingnya sebuah komitmen
QS Al Bayyinah : 5
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
---
Setiap manusia akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya
Qs Al Qiyamah : 36
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?
---
Mengapa manusia bersatu ? karena ada komitmen masing masing yang ingin bersatu, bukan terpecah belah
Qs Al Hujurat : 13
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
---
5. Hidup ini bersifat Temporer
Tidak ada yang kekal di dunia ini. Tidak selamanya kita menjadi muda, tidak selamanya kita menjadi sehat, orang cantik bisa jadi keriput, orang cerdas bisa pikun. Pada akhirnya kita akan habis bersama waktu dan usia. Hidup itu sementara dan dengan waktu semuanya akan melumpuhkan kita. Dan waktu itu adalah misteri. Kita tidak akan pernah tahu sampai kapan usia kita di dunia ini. Sebagai manusia tugas kita hanya meninggalkan kenangan-kenangan yang terindah. Hiasilah hidup dengan kenangan yang indah sehingga ketika kita meninggal kita tersenyum dan malaikat mendoakan kita hingga kita terbangun kembali di kehidupan yang lebih kekal lagi nantinya.
---
Misteri tentang kematian :
a. Apa sebabnya
Hidup di dunia hanya sementara
Qs Al An'am : 70
Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan sendau gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu
---
b. kapan waktunya
Kematian pasti datang
Qs An Nisa : 78
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun ?
---
c. dimana tempatnya
Qs Luqman : 34
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
---
Ciri-ciri orang yang beruntung ialah ketika mereka hadir di bumi langsung menangis, sementara orang-orang di sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.
Tampaknya, kita perlu membayangkan ketika nanti meninggal dunia, apakah akan lebih banyak orang mengiringi kepergian kita dengan tangis kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.
Sri Wahyuningsih
26 Februari 2012
23 Februari 2012
Pengajian Assyifa Tema : Dakwah dalam kehidupan Tanggal : 22 Februari 2012
Event : Pengajian Assyifa
Tema : Dakwah dalam kehidupan
Tanggal : 22 Februari 2012
Pembicara : Ustadzah Nok Waliyah
Jangan sampai membuat diri kita asing dengan dakwah
Demikian halnya dengan dakwah, adalah salah satu bentuk amal
QS Al Mulk : 2
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
---
Mengapa kita harus menjadi dai ?
QS Fussilat : 33
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"
---
Apa saja yang harus dipersiapkan untuk umat ?
1. Kesabaran yang luas
---
Bagaimana menjadi dai yang sukses ?
1. Meningkatkan potensi diri secara rutin
a. membangun spirit keimanan
antara lain ibadah kita : Qiyamul lail, tilawah, puasa sunah, shalat dhuha, kehadiran ke dalam tazkif
b. kepahaman terhadap ilmu agama
2. kecakapan dalam membuat program
3. ketahanan di dalam mewujudkan dakwah
---
Tebarkan doa Rabithah
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu, telah berjumpa dalam taat padaMu, telah bersatu dalam dakwah padaMu, telah berpadu dalam membela syari’atMu. Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu. Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu. Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.
---
Dakwah adalah bagian dari jihad
Qs At Taubah : 41
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
---
Kisah Sahabat Nabi: Abu Ayub Al-Anshari, Pahlawan Perang Konstantinopel
Ketika Rasulullah memasuki kota Madinah, unta yang beliau tunggangi bersimpuh di depan rumah Bani Malik bin Najjar. Maka beliau pun turun dari atasnya dengan penuh harapan dan kegembiraan.
Salah seorang Muslim tampil dengan wajah berseri-seri karena kegembiraan yang membuncah. Ia maju lalu membawa barang muatan dan memasukkannya, kemudian mempersilakan Rasulullah masuk ke dalam ruma. Nabi SAW pun mengikuti sang pemilik rumah.
Siapakah orang beruntung yang dipilih sebagai tempat persinggahan Rasulullah dalam hijrahnya ke Madinah ini, di saat semua penduduk mengharapkan Nabi mampir dan singgah di rumah-rumah mereka? Dialah Abu Ayub Al-Anshari Khalid bin Zaid, cucu Malik bin Najjar.
Pertemuan ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, sewaktu utusan Madinah pergi ke Makkah untuk berbaiat dalam baiat Aqabah Kedua, Abu Ayub Al-Anshari termasuk di antara 70 orang Mukmin yang mengulurkan tangan kanan mereka ke tangan kanan Rasulullah serta menjabatnya dengan kuat, berjanji setia dan siap menjadi pembela.
Dan kini, ketika Rasulullah bermukim di Madinah dan menjadikan kota itu sebagai pusat agama Allah, maka nasib mujur yang sebesar-besarnya telah terlimpahkan kepada Abu Ayub, karena rumahnya dijadikan tempat pertama yang didiami Rasulullah. Beliau akan tinggal di rumah itu hingga selesainya pembangunan masjid dan bilik beliau di sampingnya.
Sejak orang-orang Quraisy bermaksud jahat terhadap Islam dan berencana menyerang Madinah, sejak itu pula Abu Ayub mengalihkan aktifitasnya dengan berjihad di jalan Allah. Ia turut bertempur dalam Perang Badar, Uhud dan Khandaq. Pendek kata, hampir di tiap medan tempur, ia tampil sebagai pahlawan yang siap mengorbankan nyawa dan harta bendanya.
Semboyan yang selalu diulang-ulangnya, baik malam ataupun siang, dengan suara keras atau perlahan adalah firman Allah SWT, "Berjuanglah kalian, baik di waktu lapang, maupun waktu sempit..." (QS At-Taubah: 41).
Sewaktu terjadi pertikaian antara Ali dan Muawiyah, Abu Ayub berdiri di pihak Ali tanpa sedikit pun keraguan. Dan kala Khalifah Ali bin Abi Thalib syahid, dan khilafah berpindah kepada Muawiyah, Abu Ayub menyendiri dalam kezuhudan. Tak ada yang diharapkannya dari dunia selain tersedianya suatu tempat yang lowong untuk berjuang dalam barisan kaum Muslimin.
Demikianlah, ketika diketahuinya balatentara Islam tengah bergerak ke arah Konstantinopel, ia segera memegang kuda dan membawa pedangnya, memburu syahid yang sejak lama ia dambakan.
Dalam pertempuran inilah ia menderita luka berat. Ketika komandannya datang menjenguk, nafasnya tengah berlomba dengan keinginannya menghadap Ilahi. Maka bertanyalah panglima pasukan waktu itu, Yazid bin Muawiyah, "Apakah keinginan anda wahai Abu Ayub?"
Abu Ayub meminta kepada Yazid, bila ia telah meninggal agar jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan. Kemudian hendaklah Yazid berangkat dengan balatentaranya sepanjang jalan itu, sehingga terdengar olehnya bunyi telapak kuda Muslimin di atas kuburnya, dan diketahuinya bahwa mereka telah berhasil mencapai kemenangan.
Dan sungguh, wasiat Abu Ayub itu telah dilaksanakan oleh Yazid. Di jantung kota Konstantinopel yang sekarang yang sekarang bernama Istanbul, di sanalah terdapat pekuburan laki-laki besar.
Hingga sebelum tempat itu dikuasai orang-orang Islam, orang Romawi dan penduduk Konstantinopel memandang Abu Ayub di makamnya itu sebagai orang suci. Dan yang mencengangkan, para ahli sejarah yang mencatat peristiwa-peristiwa itu berkata, "Orang-orang Romawi sering berkunjung dan berziarah ke kuburnya dan meminta hujan dengan perantaraannya, bila mereka mengalami kekeringan."
Jasad Abu Ayub Al-Anshari masih terkubur di sana, namun ringkikan kuda dan gemerincing pedang tak terdengar lagi. Waktu telah berlalu, dan kapal telah berlabuh di tempat tujuan. Abu Ayub telah menghadap Ilahi di tempat yang ia dambakan.
---
Hasan Al Banna menjelaskan bahwa jalan dakwah adalah jalan panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan, kesabaran dan ketegaran. Kendati demikian, jalan ini merupakan jalan satu-satunya dan tidak ada jalan lain: “Jalan dakwah ini adalah jalan panjang, namun tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan.” Siapa saja yang ingin memperpecat menikmati buah sebelum masanya, atau ingin memetik kembang sebelum waktunya, maka aku tidak menjadi bagian darinya dan sebaiknya ia keluar dari dakwah ini dan memilih jalan dakwah yang lain.”
---
Jika dakwah adalah jalan yang panjang, jangan pernah berhenti sebelum menemukan penghujungnya. Jika bebannya berat, jangan minta yang ringan, tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya. Jika pendukungnya sedikit, jadilah yang sedikit itu
---
Tema : Dakwah dalam kehidupan
Tanggal : 22 Februari 2012
Pembicara : Ustadzah Nok Waliyah
Jangan sampai membuat diri kita asing dengan dakwah
Demikian halnya dengan dakwah, adalah salah satu bentuk amal
QS Al Mulk : 2
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
---
Mengapa kita harus menjadi dai ?
QS Fussilat : 33
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"
---
Apa saja yang harus dipersiapkan untuk umat ?
1. Kesabaran yang luas
---
Bagaimana menjadi dai yang sukses ?
1. Meningkatkan potensi diri secara rutin
a. membangun spirit keimanan
antara lain ibadah kita : Qiyamul lail, tilawah, puasa sunah, shalat dhuha, kehadiran ke dalam tazkif
b. kepahaman terhadap ilmu agama
2. kecakapan dalam membuat program
3. ketahanan di dalam mewujudkan dakwah
---
Tebarkan doa Rabithah
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu, telah berjumpa dalam taat padaMu, telah bersatu dalam dakwah padaMu, telah berpadu dalam membela syari’atMu. Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu. Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu. Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.
---
Dakwah adalah bagian dari jihad
Qs At Taubah : 41
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
---
Kisah Sahabat Nabi: Abu Ayub Al-Anshari, Pahlawan Perang Konstantinopel
Ketika Rasulullah memasuki kota Madinah, unta yang beliau tunggangi bersimpuh di depan rumah Bani Malik bin Najjar. Maka beliau pun turun dari atasnya dengan penuh harapan dan kegembiraan.
Salah seorang Muslim tampil dengan wajah berseri-seri karena kegembiraan yang membuncah. Ia maju lalu membawa barang muatan dan memasukkannya, kemudian mempersilakan Rasulullah masuk ke dalam ruma. Nabi SAW pun mengikuti sang pemilik rumah.
Siapakah orang beruntung yang dipilih sebagai tempat persinggahan Rasulullah dalam hijrahnya ke Madinah ini, di saat semua penduduk mengharapkan Nabi mampir dan singgah di rumah-rumah mereka? Dialah Abu Ayub Al-Anshari Khalid bin Zaid, cucu Malik bin Najjar.
Pertemuan ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, sewaktu utusan Madinah pergi ke Makkah untuk berbaiat dalam baiat Aqabah Kedua, Abu Ayub Al-Anshari termasuk di antara 70 orang Mukmin yang mengulurkan tangan kanan mereka ke tangan kanan Rasulullah serta menjabatnya dengan kuat, berjanji setia dan siap menjadi pembela.
Dan kini, ketika Rasulullah bermukim di Madinah dan menjadikan kota itu sebagai pusat agama Allah, maka nasib mujur yang sebesar-besarnya telah terlimpahkan kepada Abu Ayub, karena rumahnya dijadikan tempat pertama yang didiami Rasulullah. Beliau akan tinggal di rumah itu hingga selesainya pembangunan masjid dan bilik beliau di sampingnya.
Sejak orang-orang Quraisy bermaksud jahat terhadap Islam dan berencana menyerang Madinah, sejak itu pula Abu Ayub mengalihkan aktifitasnya dengan berjihad di jalan Allah. Ia turut bertempur dalam Perang Badar, Uhud dan Khandaq. Pendek kata, hampir di tiap medan tempur, ia tampil sebagai pahlawan yang siap mengorbankan nyawa dan harta bendanya.
Semboyan yang selalu diulang-ulangnya, baik malam ataupun siang, dengan suara keras atau perlahan adalah firman Allah SWT, "Berjuanglah kalian, baik di waktu lapang, maupun waktu sempit..." (QS At-Taubah: 41).
Sewaktu terjadi pertikaian antara Ali dan Muawiyah, Abu Ayub berdiri di pihak Ali tanpa sedikit pun keraguan. Dan kala Khalifah Ali bin Abi Thalib syahid, dan khilafah berpindah kepada Muawiyah, Abu Ayub menyendiri dalam kezuhudan. Tak ada yang diharapkannya dari dunia selain tersedianya suatu tempat yang lowong untuk berjuang dalam barisan kaum Muslimin.
Demikianlah, ketika diketahuinya balatentara Islam tengah bergerak ke arah Konstantinopel, ia segera memegang kuda dan membawa pedangnya, memburu syahid yang sejak lama ia dambakan.
Dalam pertempuran inilah ia menderita luka berat. Ketika komandannya datang menjenguk, nafasnya tengah berlomba dengan keinginannya menghadap Ilahi. Maka bertanyalah panglima pasukan waktu itu, Yazid bin Muawiyah, "Apakah keinginan anda wahai Abu Ayub?"
Abu Ayub meminta kepada Yazid, bila ia telah meninggal agar jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh, dan di sanalah ia akan dikebumikan. Kemudian hendaklah Yazid berangkat dengan balatentaranya sepanjang jalan itu, sehingga terdengar olehnya bunyi telapak kuda Muslimin di atas kuburnya, dan diketahuinya bahwa mereka telah berhasil mencapai kemenangan.
Dan sungguh, wasiat Abu Ayub itu telah dilaksanakan oleh Yazid. Di jantung kota Konstantinopel yang sekarang yang sekarang bernama Istanbul, di sanalah terdapat pekuburan laki-laki besar.
Hingga sebelum tempat itu dikuasai orang-orang Islam, orang Romawi dan penduduk Konstantinopel memandang Abu Ayub di makamnya itu sebagai orang suci. Dan yang mencengangkan, para ahli sejarah yang mencatat peristiwa-peristiwa itu berkata, "Orang-orang Romawi sering berkunjung dan berziarah ke kuburnya dan meminta hujan dengan perantaraannya, bila mereka mengalami kekeringan."
Jasad Abu Ayub Al-Anshari masih terkubur di sana, namun ringkikan kuda dan gemerincing pedang tak terdengar lagi. Waktu telah berlalu, dan kapal telah berlabuh di tempat tujuan. Abu Ayub telah menghadap Ilahi di tempat yang ia dambakan.
---
Hasan Al Banna menjelaskan bahwa jalan dakwah adalah jalan panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan, kesabaran dan ketegaran. Kendati demikian, jalan ini merupakan jalan satu-satunya dan tidak ada jalan lain: “Jalan dakwah ini adalah jalan panjang, namun tidak ada jalan lain yang menjadi pilihan.” Siapa saja yang ingin memperpecat menikmati buah sebelum masanya, atau ingin memetik kembang sebelum waktunya, maka aku tidak menjadi bagian darinya dan sebaiknya ia keluar dari dakwah ini dan memilih jalan dakwah yang lain.”
---
Jika dakwah adalah jalan yang panjang, jangan pernah berhenti sebelum menemukan penghujungnya. Jika bebannya berat, jangan minta yang ringan, tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya. Jika pendukungnya sedikit, jadilah yang sedikit itu
---
Langgan:
Entri (Atom)