03 Februari 2012

Pengajian Assyifa Tema : Sifatul Insan (Sifat Manusia) Tanggal : 1 Februari 2012

Event : Pengajian Assyifa
Tema : Sifatul Insan (Sifat Manusia)
Tanggal : 1 Februari 2012
Pembicara :

---

Manusia hidup diberikan Dua Jalan :

Allah SWT memberikan kebebasan memilih jalan hidup kepada manusia makhluk yang mukhayyar (dibebaskan untuk memilih)

Yakni, memilih di antara dua jalan:

1. Jalan kebenaran (syakir, taqwa, iman)

atau

2. Jalan kebatilan (kafur, fujur, kufur)

---

Qs Al Balad : 10

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan

---

Qs Asy Syams : 8

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan

---

Qs Al Insan : 3

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir

---


Qs Al Kahfi : 29

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek

---

Tarik-Menarik

Dua dorongan itu akan tarik-menarik, Kalau fujur yang kuat, takwa melemah, Kalau takwa yang kuat, fujur melemah

QS Al Ahzab : 4

Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar 1199 itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)

---

Tidak mungkin dalam satu tubuh ada dua hati (jantung): dua yang saling bertentang antara iman dan kafir

---

Sebagaimana juga tidak mungkin istri itu seperti punggung ibunya (zhihar) atau memanggil anak angkat dengan disambungkan nama dirinya

---

Penyucian diri

Agar tetap istiqamah di jalan takwa, maka mesti senantiasa melakukan (penyucian diri) dari segala dosa dan maksiat, Karena dosa itu akan menimbulkan titik hitam dalam hati manusia seperti disebutkan dalam hadits yang berkaitan dengan

Qs Al Muthaffiffin : 14

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.

---

Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan dan dibentuk di dalam hatinya bintik hitam. Ketika dia melepaskannya dan beristighfar, hatinya akan bersih kembali. Dan jika ia mengulanginya, bertambah pula noda hitam di hatinya sampai menutupi hatinya. Itulah “rona” yang disebut oleh Allah {Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka}.

---

Bentuk-bentuk Tazkiyah (Penyucian diri) :

1. Pandai bersyukur

2. Penyabar

3. Amat belas kasihan

4. penyayang

5. penyantun dan bijaksana

6. Selalu bertaubat

7. Lemah lembut

8. Sangat jujur

9. Dapat dipercaya

---

1. Pandai Bersyukur

Syukur : mengerahkan segala potensi untuk hal yang paling dicintai Allah

---

Ni’mat macamnya :

a. Ni’mat yang diminta : rizki, hidayah, dll

b. Ni’mat yang tidak diminta : kelengkapan anggota badan, udara untuk bernapas, dll

---

Nikmat bila disyukuri, pasti ditambah

QS Ibrahim : 7

Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu mema'lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"

---

Kedudukan Syukur

Allah menyandingkan syukur dengan dzikir, padahal dzikir itu lebih besar keutamaannya

QS Al Ankabut : 45

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

---

Qs Al Baqarah : 15

Allah akan (membalas) olokan-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

---

Syukur juga disebut jalan yang lurus

QS Al A'raf : 16

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalangi-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

---

Begitu tingginya tingkatan syukur, hingga Iblis pun menyerang manusia dari aspek ini

QS Al A'raf : 17

kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta'at)

---

QS Saba : 13

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih

---

Syukur juga pembuka pembicaraan ahli sorga

Qs Az Zumar : 74

Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki". Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal

---

Qs Yunus : 10

Do'a 671 mereka di dalamnya ialah: "Subhanakallahumma" dan salam penghormatan mereka ialah: "Salaam". Dan penutup do'a mereka ialah: "Alhamdulillaahi Rabbil'aalamin

---

Hakikat Syukur

Syukur tersusun dari

a. ilmu : (mengetahui ni’mat dari Pemberi ni’mat, Allah SWT)

b. hal (keadaan): (kegembiraan yang terjadi karena pemberian ni’matNya)

c. amal (perbuatan) : (melaksanakan apa yang menjadi tujuan Pemberi ni’mat dan apa yang dicintaiNya)

---

Ilmu itu mewariskan keadaan dan keadaan mewariskan amal

---

2. Penyabar

Sabar dan syukur memiliki keterkaitan karena manusia tidak terlepas dari cobaan dan ni’mat

Menakjubkan urusan orang beriman, segala urusannya semuanya baik dan tidak ada yang demikian kecuali pada orang beriman. Apabila menerima kelapangan ia bersyukur, dan apabila ditimpa kemalangan ia bersabar, sehingga baik baginya (HR Muslim)

---

Keutamaan Sabar

Allah menyebutkan sabar dengan berbagai sifat di lebih dari 90 ayat, bahkan sejumlah derajat yang tinggi dan kebaikan dijadikan sebagai buah dari sabar

Qs As Sajadah : 24

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami

---

Qs Al A'raf : 137

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah tertindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Rabbmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka

---

QS Al Qasas : 54

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kabaikan, dan sebagian dari apa yang kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan

---

Qs Az Zumar : 10

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Rabbmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.

---

Setiap ibadah pahalanya ditentukan kecuali sabar

Qs Al Anfal : 46

Dan ta'atlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar

---

Sabar dikaitkan dengan kemenangan

Qs Ali Imran : 125

ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda

---

Allah menghimpun untuk orang yang sabar berbagai hal yang tidak dihimpun-Nya untuk selain mereka

QS Al Baqarah : 156-157

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun

Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk

---

Sabar dalam Segala Keadaan yaitu

a. Keadaan yang sejalan dengan hawa nafsunya

QS Al Munafiqun : 9

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rug

---

Qs At Tagabun : 14

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

---

Kesehatan, keselamatan, harta kekayaan, kedudukan, anak, kemudahan sarana, banyak pengikut dan pendukung, dan semua kelezatan dunia

---

b. Keadaan yang tidak sejalan dengan hawa nafsunya, bahkan dibencinya


* Terkait ikhtiar (ketaatan dan kemaksiatan)

* Tidak terkait ikhtiar tapi ia memiliki ikhtiar untuk menghilangkannya (disakiti tapi tidak membalasnya, Tidak terkait ikhtiar (musibah dan bencana)

---

3. Amat Belas Kasihan

Amat belas kasihan sehingga memberikan kemudahan, meringankan bebannya, amat lembut, tawadhu’

---

Ini salah satu akhlak Rasulullah SAW yang berasal dari sifat Allah SWT

QS At Taubah : 128

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min

---

Ini dilakukan kepada orang-orang beriman

Kepada orang yang sepatutnya mendapatkan hukuman, tidak boleh ada rasa kasihan

QS An Nur : 2

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman

---

meski tidak boleh melampaui batas (membunuhnya padahal hukumannya hanya mencambuk)

---

4. Memilih yang Mudah

Tidaklah Rasulullah SAW memilih antara dua perkara yang salah satunya lebih mudah daripada yang lainnya, kecuali memilih yang lebih mudah sepanjang tidak terdapat dosa; kalau ada dosa, beliau adalah manusia yang paling jauh darinya (HR Muslim)

---

Permudahlah

Berilah kabar gembira, jangan membuat mereka lari; dan mudahkanlah, jangan mempersukar (HR Muslim)

---

5. Penyayang

Ini juga akhlak Rasul SAW

QS At Taubah : 128

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min

---

Ketika Rasul SAW ditawari oleh Jibril untuk menghancurkan orang Thaif yang menggangu beliau, tidak mau, bahkan beliau berdoa,

---

Tidak ada yang meminta kecuali diberi

---

Ketika Rasul meminta ijin untuk minta ampun bagi ibunya tidak dibolehkan oleh Allah, tetapi berziarah boleh, lalu beliau menangis

---

Pernah setelah shalat langsung pulang karena ada harta yang belum diberikan kepada fakir miskin

---

Rasul SAW akan memberikan syafaat di hari kiamat

---

6. Santun dan Bijaksana

Meninggalkan untuk memberikan hukuman atas kemaksiatan yang telah dilakukan

QS Al Baqarah : 255

Allah tidak ada Ilah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar

---

sumpah yang tidak dimaksud untuk bersumpah tidak dikenakan hukuman

---

Rasul SAW sangat penyantun kepada anak-anak yatim: “Saya dan orang yang menyantuni anak yatim itu seperti ini” (sambil mendekatkan dua jari beliau)

---

Ilmu yang Tinggi

Sifat santun dan bijaksana itu karena memiliki ilmu yang tinggi, juga karena kematangan dirinya, kedewasaan, dan kecerdasan

Qs Al Baqarah : 269

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.

---

siapa yang diberi hikmah, maka ia telah memperoleh kebaikan yang banyak

---

Sifat hilm (Bijaksana) juga merupakan sifat pemimpin yang akan membuat baik suatu negara

3 Pilar Negara
Jika Allah menghendaki kebaikan suatu kaum, pemimpinnya adalah orang-orang bijak mereka, yang memutuskan perkara adalah ulama mereka, dan dijadikan harta di tangan para dermawan mereka. Dan apabila menghendaki keburukan suatu kaum, pemimpinnya adalah orang dungu mereka, yang memutuskan perkara orang-orang bodoh mereka, dan dijadikan harta di tangan orang-orang kikir mereka
(HR Ibnu Abid-Dunya)

---

7. Selalu Bertaubat

Fudhail bin ‘Iyadh: “Kalau dosa dianggap kecil bagi pelakunya, maka besar bagi Allah. Kalau dosa itu dianggap besar bagi pelakunya, maka kecil bagi Allah.”

---

Ulama salaf: jangan melihat kecilnya dosa, tapi lihat kepada siapa engkau bermaksiat

---

QS An Nur : 31

... Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

---

Taubat adalah kunci kesuksesan

---

Mekanisme Pemulihan

Taubat adalah karunia Allah yang sangat agung, karena dengan adanya taubat ini, orang-orang yang telah bersalah mendapatkan peluang lagi  taubat adalah mekanisme pemulihan

Qs Ali Imran : 135

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.

---

ayat ini telah membuat syaitan menangis karena putus asa

---

Perjalanan Hidup

---

8. Lemah Lembut

Ini sifat yang menonjol pada Nabi Ibrahim AS

Qs Hud : 75

Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah

---

Meskipun bapaknya (pamannya) yang bernama Azar menentang dakwahnya, beliau tetap lembut kepadanya, bahkan berjanji akan memintakan ampunan kepada Allah dan ditunaikan

Qs At Taubah : 113

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam

---

minta ampun,

Qs Maryam : 47

Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku

---

janjinya)

---

9. Sangat Jujur

Sifat ini sudah merupakan barang antik
Asas kejujuran: iman orang kafir dikatakan dusta karena mendustakan Allah

---

Saat ini, banyak orang memuji orang kafir karena katanya jujur (?)

---

Kejujuran mendatangkan kebaikan sehingga mendatangkan sorga. Terbiasa jujur = shiddiq

---

Dusta mendatangkan keburukan sehingga mendatangkan neraka. Terbiasa dusata = pendusta

---

10. Benar Janjinya

Qs Al Ahzab : 23

Di antara orang-orang mu'min itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah (janjinya)

---

ayat ini tentang seorang sahabat Anas bin Nadhar yang tidak ikut perang Badr, maka ia berjanji kalau ada perang lagi ia akan ikut. Ia ikut perang Uhud dan syahid dengan 80 anak panah di tubuhnya hingga tidak dikenali, kecuali oleh saudarinya (Rubayya’ binti Nadhar) dari jari-jarinya

---

11. Dapat Dipercaya
Rasul SAW diberi gelar “AL-AMIN”, Orang kafir Quraisy meskipun memusuhi dakwah Rasul, tapi dalam urusan menitipkan barang, mereka memercayakannya kepada Rasul

---
Qs Yusuf : 54

"Dan raja berkata: 'Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang tepat bagiku.' Maka tatkala raja telah bercakap- cakap dengan dia, dia berkata: 'Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami.' Berkatalah Yusuf: 'Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.'

---

Sifat Nabi Yusuf AS

---


Apabila tazkiyah ini berjalan dengan baik, maka pasti akan menjadi orang yang sukses

QS Asy Syams : 9

sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu

---

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sri Wahyuningsih

Sri Wahyuningsih
Sri Wahyuningsih

Pengikut