02 November 2011

Ta'lim Uje Tanggal 31 Oktober 2011

Event : Ta'lim Uje
Tanggal : 31 Oktober 2011
Pembicara : K.H. Taufiqqurahman, SQ (Ustadz Pantun)
Tema: Filosofi KUrban dalam kehidupan sehari hari

Doa Nabi Ibrahim tentang wilayah di sekitar Masjidil Haram

Qs Ibrahim : 37

Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

---

Apabila memiliki kesempatan untuk menghadiri pengajian, jangan sia siakan kesempatan itu

Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

---

Doa Nabi Ibrahim agar diberikan keturunan :

QS Al Anbiya : 89

... Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.

---

Nabi Ibrahim termasuk salah satu Rasul yang sangat mulia. Ia mendapat gelar sebagai kholilullah, yakni kekasih Allah. Menyebut Nama Ibrahim, maka ingatan kita setidaknya tertuju pada dua hal, yaitu pertama, pada tauhid dan kedua pada pengorbanan. Nabi ibrahim dikenal juga sebagai Bapak Tauhid. Keyakinannya terhadap Tuhan sedemikian kokohnya, sampai-sampai apapun yang diperintahkan Tuhan sekalipun di luar batas-batas kemanusiaan, di antaranya disuruh menyembelih anak satu-satunya, Ismail, segera ditunaikan karena kekokohan tauhidnya

Keimanan Ibrahim sedemikian kokoh. Keimanan itu, menurut kisah dalam al Qur’an, ia dapatkan melalui proses pencaharian dan bukan semacam doktrin sederhana. Pikiran Ibrahim selalu berkelana mencari tuhan. Dalam pencahariannya itu, semula ia menganggp bintang yang jauh di sana dianggapnya sebagai tuhan. Akan tetapi tatkala ia melihat bulan, yang bentuknya lebih besar, maka ia tinggalkan keyakinannya itu dan berpindah menuhankan bulan. Setelah itu ternyata muncul benda yang lebih tajam sinarnya, yaitu matahari. Maka, segera ia meinggalkan keyakinan lama, berganti dengan keyakinan baru, yakni menganggap matahari sebagai tuhannya. Matahari pun ternyata menghilang, maka Ibrahim kebingungan, lantaran benda yang dianggap sebagai tuhan menghilang. Di tengah-tengah kegalauan itu, maka Allah memerintahkan ”aslim”, maka Ibrahim pun kemudian menjawab ”aslamtu”. Karena perintah itu diyakini dari Tuhan, maka segeralah Ibrahim mengikutinya. Inilah, proses pencaharian Ibrahim terhadap Tuhannya.

Peletakan maqom Ibrahim di tempatkan di sebelah ka’bah, saya pahami bukan sebetas kebetulan sejarah. Tetapi di balik itu, menurut imajinasi saya, memang ada rekayasa Tuhan yang dengan cara itu sesungguhnya memiliki makna pendidikan yang sangat mendalam. Pada pikiran saya, tatkala melihat bekas telapak kaki Ibrahim itu, terbawa pada suatu bayangan bahwa Tuhan mengingatkan kepada umat manusia, betapa seharusnya umat manusia dalam hidup ini meninggalkan bekas-bekas karyanya kepada generasi setelahnya. Telapak kaki adalah sebagai simbul, yang dimaksudkan adalah amal sholeh yang tidak saja bermanfaat bagi generasi semasaanya, melainkan juga dimanfaatkan oleh berbagai generasi setelahnya. Ibrahim meninggalkan ajaran yang amat agung ialah tauhid dan jiwa berkorban yang amat tinggi. Ia bersama anaknya, Ismail membangun ka’bah yang kemudian dijadikan qiblat bagi seluruh umat Islam di mana saja mereka berada. Itulah warisan Ibrahim kepada umat manusia setelahnya, yang sedemikian mulia dan agungnya.

Dengan begitu, maqom Ibrahim, seolah-olah jika ia bisa berbicara dan berpesan, akan mengatakan kepada seluruh jama’ah umrah dan haji atau siapapun yang datang ke halaman Masjidil Haram, hendaknya dalam hidup ini meninggalkan karya yang mensejarah. Yaitu hasil karya dalam bentuk apa saja yang diperlukan dan bermanfaat bagi berbagai generasi manusia setelahnya. Hidup tidak sepatutnya hanya mengejar-ngejar terpenuhinya kepentingan sendiri, yang tidak ada batas kecukupannya. Kebutuhan itu selalu tidak akan pernah bisa tercukupi dan atau selalu kurang. Islam mengajarkan, melalui maqom Ibrahim itu, agar kita dalam mengarungi hidup, senantiasa memikirkan sesuatu yang patut, pantas dan bahkan sangat berharga, untuk ditinggalkan bagi generasi setelahnya. Ibrahim dan Isma’il telah meninggalkan bangunan monumental, yakni ka’bah yang dijadikan kiblat bagi seluruh umat manusia di dunia. Maka dengan melihat maqom Ibrahim, semestinya bergetarlah hati kita, sehingga selalu bertanya pada diri masing-masing, apakah yang telah dan akan kita tinggalkan di dunia ini yang sekiranya bermanfaat bagi generasi mendatang, sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Nabi yang disebut sebagai kholilullah itu

http://www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=235:29-11-2008&catid=25:artikel-rektor

---

Mengapa Nabi Ibrahim disebut Kholilullah ?

1. Memilih perintah Allah diatas perintah lainnya, inilah bukti ketaatannya kepada Allah

QS An Nur : 51

Sesungguhnya jawaban orang-orang mumin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili diantara mereka ialah ucapan Kami mendengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung

---

Salah satu contoh ketaat sahabat Rasulullah terhadap Allah

Allah Azza wa Jalla membanggakan Ali bin Abi Thalib (sa) di hadapan para malaikat-Nya, karena ia siap mengorbankan hidupnya untuk Rasulullah saw. Demi mencari ridha Allah, Ali (sa) siap mengorbankan hidupnya. Ali bin Abi Thalib (sa) saat menggantikan Nabi saw di tempat tidurnya ketika beliau keluar ke guwa di malam hari. Diriwayatkan bahwa saat ia tidur di tempat tidur Nabi saw, Jibril berdiri di dekat kepalanya dan Mikail di dekat kakinya. Jibril berkata: Selamat, selamat atas orang seperti engkau wahai putera Abu Thalib, Allah membanggakanmu di depan para malaikat-Nya.”

---

Kisah Nabi Ibrahim yang mendambakan anak yang sholeh, kemudian diijabah Allah, kemudian Allah menguji keimanan Nabi Ibrahim dan Ismail dengan perintah untuk menyembelih Nabi Ismail, kemudian Allah menggantikan pengorbanan tersebut dengan perintah berkurban dengan hewan ternak

QS As Shaffat : 100-111

Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

Dan Kami panggillah dia: Hai Ibrahim,

sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar.

Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

(yaitu)Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim,

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

---

Salah satu rukun dari ibadah haji adalah wukuf di padang Arafah. Bahkan, rasulullah Muhammad saw mnyatakan bahwa wukuf di padang Arafah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah haji. Dan bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk melakukan puasa, yang kita kenal dengan nama Puasa Arafah.

Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, seiring dengan dilaksanakannya wukuf di Padang Arafah oleh umat muslim yang melaksanakan ibadah haji. Puasa Arafah ini disunnahkan untuk umat islam yang tidak melaksanakan ibadah haji. Sedangkan bagi yang melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk tidak melaksanakan puasa Arafah.

Kelebihan Puasa Afarah

Terdapat beberapa hadist yang menjelaskan tentang keutamaan puasa Arafah. Hadist tersebut diantaranya adalah:

Rasulullah s.a.w. bersabda; “Berpuasa pada hari Arafah menghapuskan dosanya setahun sebelum dan setahun sesudahnya”. (Riwayat Imam Muslim)

Dari Abi Qatadah ra Baginda Rasulullah s.a.w. bersabda: Berpuasa pada hari Arafah, sesungguhnya aku mengharapkan dari Allah agar dihapuskan dosa selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.

Dari Abi Qatadah r.a., ia berkata Rasulullah Saw. telah bersabda: “Puasa hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.” (Riwayat Jama’ah kecuali Bukhari dan Tarmidzi)

Dari hadist tersebut, terlihat dengan jelas bahwa puasa Arafah akan menghapuskan dosa setahun sebelum dan setahun sesudahnya. Dosa yang dimaksud (untuk dihapuskan) bukanlah dosa besar, namun dosa-dosa kecil yang dilakukan oleh umat muslim. Namun, beberapa ulama berpendapat bahwa umat muslim yang dihapuskan dosanya adalah mereka yang tidak pernah melakukan dosa besar. Sedangkan mereka yang melakukan dosa besar, dosa-dosa kecilnya tidak dapat terhapus, sebelum ia melakukan taubatan nassuha.

http://anurachman.wordpress.com/2009/05/07/puasa-arafah/

---

Melontar Jumrah sebagai simbol perlawanan manusia terhadap syetan yang selalu merongrong dan membelokan hati manusia ke arah kesesatan. Hendaknya filosofi melontar Jumrah selalu melekat dalam diri kita setiap saat, bila tidak maka peluang syetan untuk menyesatkan kita akan selalu besar.

---

Dalil perintah untuk berkurban

Qs Al Kautsar : 2

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.

---

Peringatan bagi yang tidak mau berkurban padahal mampu

Rasulullah SAW dengan do’a yang jelek bagi siapa yang seharusnya mampu berkurban tetapi tidak mau berkurban. Sebagaimana terdapat dalam hadist beliau. “ barang siapa diberi kelapangan rezeki kemudian dia tidak mau berkurban, maka lebih meninggallah dalam kondisi Yahudi atau Nasrani”

---

Ulama yang mewajibkan berdalil dengan hadits berikut, dari Abu Hurairah Radhiallhu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan dia tidak berkurban, maka jangan dekati tempat shalat kami.”

---

Filosofi berkurban :

1. Nabi Ibrahim mengajarkan agar kita meningkatkan ketauhidan kepada Allah

Lakukan introspeksi dirim apakah memang kita sudah benar benar hanya bergantung kepada Allah ?

QS Al Fatihah : 5

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

---

2. Refleksi ketaatan/penyerahan diri kepada Allah

Kisah dibalik ibadah sa'i

Nabi Ibrahim kembali ke Negeri Syam. Ketika Siti Hajar telah kehabisan air, ia merasa sangat haus, karena itu air susunya terasa berkurang, dan bayinya (Ismail) ikut menderita karena kekurangan air susu.

Siti Hajar mencari air kemana-mana, mondar mandir antara bukit Sofa dan Bukit Marwa, kalau- kalau ada air di situ. Perbuatan Siti Hajar ini sampai sekarang dijadikan sebagian dari rukun “Ibadah haji” yang dinamakan Sa’i (pulang balik antara Sofa dan Marwa) sebanyak tujuh kali, dengan membacakan nama kebesaran Allah, mensucikan dan mengagungkan Allah.

Tak lama kemudian Siti Hajar mendengar suara (suara Jibril) yang membawa dan menunjukkan Siti Hajar ke suatu tempat, dan disana di hentakkan kakinya ke bumi, maka terpancarlah mata air yang sangat jernih dari dalamnya. Maka dengan segera Siti Hajar mengambil air itu untuk memberi minum anaknya.. mata air itu semula meluap kemana-mana, kemudian Malaikat berkata, “Zamzam” artinya, berkumpullah.” Maka, mata air itu pun berkumpul, dan sampai sekarang mata air itu dinamakan sebagai Air Zam zam. Berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, air zamzam itu tidak pernah kering sampai sekarang walau pun dipergunakan oleh sangat banyak manusia yang mengambilnya.

Pada suatu hari lewatlah di sana serombongan orang Arab Jurhum, yang kebetulan mereka sangat memerlukan air, mereka sudah mencari kesana kemari, tapi belum menemukannya

Tiba-tiba terlihat oleh mereka burung-burung yang sedang berterbangan di atas suatu bukit, biasanya ini suatu pertanda bahwa disana ada mata air. Karena burung itu biasanya senang terbang di atas mata air. Maka pergilah mereka ke sana, dan ternyata benar disana ada mata air, yang disana ada Siti Hajar dan Bayinya, Ismail. Karena kebaikan hati Siti Hajar kepada mereka dengan memberi air zamzam itu sekehendak yang mereka butuhkan, sehingga mereka tertarik hatinya untuk tinggal di sana bersama Siti Hajar.

Atas kebaikan hati Siti Hajar pula, maka rombongan orang Arab Jurhum itu memberikan sebagian barang dagangannya kepada Siti Hajar, sehingga Siti Hajar merasa senang dan bahagia hidupnya di sana. Lama-kelamaan, bertambahlah penduduknya dan jadilah suatu desa yang aman tentram serta subur dan makmur.

Setelah Ibrahim kembali ke Mekah untuk menemui istri dan anaknya, alangkah terkejutnya beliau melihat tempat itu sudah menjadi sebuah desa yang subur dan makmur, dan meliahat Siti Hajar hidup senang dan bahagia karena hidupnya berkecukupan. Siti Hajar menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada suaminya. Nabi Ibrahim memuji kebesaran Allah, yang telah mengabulkan doanya yang lalu.

http://www.sufiz.com/kisah-nabi/nabi-ismail-as.html

---

Macam macam panggilan Allah :

1. Panggilan untuk shalat : adzan

2. Panggilan untuk berumroh/berhaji

3. panggilan untuk ke Rahmatullah : kematian

---

Jangan khawatir dengan datangnya ujian, kembalikanlah semuanya kepada Allah

Qs Al Baqarah : 155-156

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun.

---

Kematian pasti akan datang, tinggal kita mempersiapkan diri untuk bekal hari setelah kematian

QS Al Baqarah : 185

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

---

3. Menghilangkan sifat kebinatangan dari dalam diri kita

Berkurban merupakan salah satu wujud ketaqwaan kita kepada Allah

QS Al Hajj : 37

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik

---

Jangan sampai kita memiliki ciri ciri orang yang menjadi penghuni neraka jahanam

Qs Al A'raf : 179

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai

---

Kisah : Menunaikan haji dari depan pintu rumah

Abdullah bin Mubarak pada tahun ini sedang menunaikan ibadah haji,untuk mempertebal iman yang dimiliki ia malakukan shalat malam di majidil haram. Seusai menunaikan sholat malam abdullah merebahkan tubuhnya di serambi masjidil haram hingga ia tertidur. dalam tidurnya abdullah bermimpi melihat 2 malaikat turun dari langit dan bercakap cakap.

Malaikat pertama bertanya " ada berapa banyak jamaah haji tahun ini?"
Malikat kedua menjawab " 600.000 ribu jamaah"
Malaikat pertama bertanya lagi " Ada berapa banyak yang diterima?"
Malikat kedua pun menjawab " Hanya satu jamaah"
"Hanya satu?" Malaikat pertama heran.
"Ya hanya satu " Malaikat kedua mempertegas ucapannya.
Malaikat pertama bertanya " Siapa jamaah yang paling beruntung itu?"
"Seorang lelaki tukang sepatu dari kota Damsyik yang bernama Muaffaq" Jawab malaikat kedua.

Abdullah tersentak dan bangun dari tidurnya,ia terheran heran dari 600.000 jamaah cuma 1 orang jamaah yang di terima ibadah hajinya,semua di tolak termasuk dirinya. Karena merasa penasaran abdullah bertekad untuk mencari jamaah yang sangat beruntung tersebut. Abdullah berangkat ke Damsyik seusai menunaikan ibadah haji. Setelah berhari hari mencari akhirnya abdullah menemukan rumah tukang sepatu yang dia cari.

" Assalamu`alaikum" ucap abdullah memberikan salam
" Wa`alaikum salam warohmatulloh wabbarokatuh "jawab pemilik rumah yang tak lain adalah muaffaq.
" Apakah benar anda yang bernama Muaffaq?" tanya abdullah
" Ya benar tuan,ada keperluan apa tuan mencari saya" Jawab muaffaq yang kebingungan.
" Saya datang kemari untuk memberi ucapan kepada engkau wahai muaffaq" ucap abdullah
" Selamat atas apa wahai abdullah" tanya muaffaq
" Selamat karena dari 600.000 jamaah haji,hanya ibadah engkau yang di terima" kata abdullah
" Wahai abdullah janganlah engkau melecehkan saya!,saya belum pernah berangkat haji" jawab Muwafaq yang keheranan.

Abdullah bin mubarak sejenak tertegun,hatinya ragu apakah benar lelaki yang dihadapannya adalah muaffaq yang dia cari. Kalau memang dia adalah muaffaq yang ia cari mengapa ia berkata ia tidak pernah berangkat haji,padahal sangat jelas didalam mimpinya bahwa dari 600.000 jamaah yang berhaji hanya hajinya yang diterima oleh allah swt. Setelah berfikir dan merenung abdullah kembali bertanya kepada muaffaq
"Tetapi engkau adalah benar benar muaffaq?" tanya abdullah menyakinkan dirinya
" Benar saya muaffaq dan satu satunya orang yang bernama muaffaq disini" Jawab muaffaq dengan tegas.
" Apa pekerjaan engkau wahai muaffaq?" tanya abdullah
" Pekerjaan saya sehari hari adalah tukang sepatu,dan saya adalah satu satunya orang yang menjalani pekerjaan ini" Jawab muaffaq
" Apakah engkau yakin engkau tidak pernah berangkat haji bahkan pada tahun ini?" tanya abdullah penasaran
" Saya memang berencana menunaikan ibadah haji tahun ini,tetapi saya menundanya sampai tahun depan" Jawab muaffaq.
" Apa gerangan yang membuat engkau menunda ibadah hajimu" abdullah penasaran
" Istri saya sedang hamil tua,dan ongkos untuk pergi menunaikan haji telah habis" jawab muaffaq
" Untuk apa engkau gunakan uang yang akan engkau gunakan untuk naik haji?" Tanya abdullah penuh penasaran
Muaffaq pun bercerita " Pada suatu hari istriku yang sedang hamil tua mencium aroma masakan daging tetanggaku,dan istriku pun menyuruhku untuk meminta sedikit masakan tetanggaku tersebut. dan aku pun mendatanginya dan menyampaikan maksud dan tujuanku,namun ia menolak untuk memberikan sedikit masakannya. Dia berkata Daging ini halal bagi keluarganya namun haram bagi keluargaku"

"Mengapa demikian ?" Tanya abdullah penasaran.
Muaffaq melanjutkan ceritanya " Karena ia adalah keluarga miskin sudah beberapa hari ia dan keluarganya kelaparan,perempuan itu keluar mencari bangkai kuda yang baru saja mati,daging itu dia sayat dan dibawanya pulang. Daging itu halal karena mereka dalam keadaan terpaksa dan saya dalam keadaan mampu maka saya haram memakannya. Hatiku seakan akan hancur mendengar perkataan perempuan janda itu. Aku pulang dan kuceritakan kepada istriku. Istriku menangis dan berkata sungguh berdosanya kita telah membiarkan tetangga kita kelaparan,akhirnya kami memutuskan untuk memberikan semua uang yang akan saya gunakan untuk berangkat haji."
"Tetapi saya melihat dalam mimpi saya percakapan dua malaikat yang mengatakan bahwa dari 600.000 jamaah yang menunaikan ibadah haji semuanya tertolak dan hanya engkau yang di terima" Ucap abdullah penuh keheranan.
"Subhanallah Benarkah wahai abdullah? Jika benar demikian maka allah mencatat amal sedekahku subagai amal ibadah haji dan aku berangkat haji hanya di depan pintu rumahku" Jawab muaffaq.

Pelajaran yang dapat di ambil :
Jangan pernah memutuskan tali persaudaraan sesama muslim apalagi dengan tetangga,Tidak akan beriman seseorang apabila ia membiarkan tetangganya kelaparan.

http://kisah2islami.blogspot.com/2011/09/menunaikan-haji-dari-depan-pintu-rumah.html

---

Sifat manusia itu ada yang sifat fasik, ada pula sifat taqwa

QS As Syams : 8

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan

---

Bagaimana jika kita selalu terbayang bayang kesalahan yang perinah kita lakukan ? Lakukan taubat nasuha

QS At Tahrim : 8

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

---

Cara menghidupkan iman :

1. shalat malam

2. dzikir

---

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sri Wahyuningsih

Sri Wahyuningsih
Sri Wahyuningsih

Pengikut